KSP CU MERPATI SEJAHTERA
Logo KSP
Logo
Portal Anggota

Membangun Kesejahteraan dari Potensi yang Sudah Dimiliki Mengenal Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Credit Union

Membangun Kesejahteraan dari Potensi yang Sudah Dimiliki Mengenal Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Credit Union
Ditulis: 28 Juli 2026

Pernahkah kita merasa bahwa kehidupan di Jakarta semakin berat?

Harga kebutuhan pokok terus naik. Biaya pendidikan anak semakin mahal. Harga rumah sulit dijangkau. Kemacetan menghabiskan waktu dan tenaga. Belum lagi kebutuhan kesehatan, biaya transportasi, hingga berbagai tagihan yang harus dibayar setiap bulan.

Melihat kondisi tersebut, banyak orang berpikir bahwa jalan keluar satu-satunya adalah memperoleh bantuan atau tambahan modal.


Padahal, selain pendekatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat (needs-based approach), terdapat pendekatan lain yang kini semakin banyak diterapkan di berbagai negara, termasuk dalam gerakan Credit Union, yaitu Asset-Based Community Development (ABCD) atau Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset Komunitas.


Pendekatan ini mengajarkan bahwa sebelum mencari bantuan dari luar, kita perlu terlebih dahulu mengenali dan mengembangkan potensi yang sudah kita miliki. Pendekatan ini diperkenalkan oleh John P. Kretzmann dan John L. McKnight melalui buku Building Communities from the Inside Out (1993), yang menekankan bahwa setiap orang dan setiap komunitas memiliki aset yang dapat menjadi kekuatan untuk berkembang. 


Berangkat dari Kekuatan, Bukan dari Kekurangan

Selama ini banyak program pembangunan dimulai dengan pertanyaan:

"Apa masalah yang sedang dihadapi masyarakat?" Jawabannya hampir selalu sama.

  • Kurang modal.

  • Tidak memiliki pekerjaan.

  • Kurangnya penghasilan.

  • Tingginya biaya hidup.

  • dll


Namun jika kita hanya berfokus pada kekurangan, tanpa sadar kita akan melihat diri sendiri sebagai orang yang selalu membutuhkan bantuan. ABCD mengajak kita mengubah cara berpikir. Alih-alih bertanya "Apa yang belum saya miliki?", kita diajak bertanya:

"Apa yang sudah saya miliki yang dapat saya kembangkan?", Perubahan cara berpikir inilah yang menjadi inti pendekatan ABCD.


Apa yang Dimaksud dengan Aset?

Ketika mendengar kata aset, banyak orang langsung membayangkan rumah, mobil, tanah, atau tabungan. Padahal aset memiliki arti yang jauh lebih luas.

Aset dapat berupa:

  • kemampuan bekerja, 

  • keterampilan memasak, 

  • pengalaman berwirausaha, 

  • pendidikan, 

  • kesehatan, 

  • jaringan pertemanan, 

  • komunitas tempat kita bergabung, 

  • kebiasaan menabung, 

  • kepercayaan dari orang lain, 

  • hingga kemauan untuk terus belajar. 

Semua itu merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan.

Dengan kata lain, setiap orang memiliki aset. Yang membedakan hanyalah seberapa jauh aset tersebut dikenali dan dimanfaatkan.


Bagaimana Kondisi Masyarakat Jakarta?

Masyarakat Jakarta hidup di tengah berbagai tantangan. Sebagian besar bekerja sebagai karyawan, pegawai negeri, pelaku UMKM, pekerja profesional, maupun pekerja sektor jasa.

Mereka memperoleh penghasilan setiap bulan, tetapi juga menghadapi biaya hidup yang relatif tinggi. Namun Jakarta juga menawarkan banyak peluang.

Perkembangan teknologi membuka kesempatan memperoleh penghasilan tambahan.

Komunitas usaha semakin banyak. Akses pendidikan semakin luas. Peluang membangun jaringan bisnis juga semakin terbuka. Artinya, masyarakat Jakarta sebenarnya memiliki banyak aset. Yang sering kali kurang bukanlah potensinya, tetapi kemampuan untuk mengenali, mengembangkan, dan menghubungkan potensi tersebut.


Bagaimana Credit Union Menerapkan ABCD?

Di sinilah Credit Union memiliki peran yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan lainnya.

Credit Union tidak melihat anggota sebagai orang yang membutuhkan bantuan.

Sebaliknya, Credit Union percaya bahwa setiap anggota memiliki potensi untuk berkembang.

Karena itu, Credit Union tidak hanya memberikan layanan simpanan dan pinjaman.

Credit Union juga memberikan pendidikan keuangan, pelatihan, pendampingan usaha, serta membangun jejaring antaranggota agar potensi tersebut dapat berkembang. Pinjaman bukan menjadi tujuan utama.

Pinjaman hanyalah salah satu alat untuk membantu anggota mengembangkan aset yang sudah dimiliki. 


Contoh Penerapan ABCD di Credit Union

  1. Mengubah Kebiasaan Menjadi Aset

Seorang anggota bekerja sebagai karyawan swasta. Setiap bulan seluruh penghasilannya habis untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah mengikuti literasi keuangan di Credit Union, ia mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dana darurat dan simpanan pendidikan untuk anaknya. Penghasilannya tidak bertambah. Namun cara mengelola uangnya berubah. Kedisiplinan itulah yang menjadi aset baru bagi keluarganya.


  1. Mengembangkan Keterampilan Menjadi Usaha

Seorang ibu rumah tangga memiliki kemampuan membuat kue. Awalnya kue tersebut hanya dikonsumsi keluarga. Melalui komunitas Credit Union, ia bertemu anggota lain yang membantu memasarkan produknya. Setelah usahanya berkembang, ia memperoleh pembiayaan dari Credit Union untuk membeli oven yang lebih besar. Yang berkembang bukan hanya usahanya, tetapi juga rasa percaya dirinya.


  1. Berbagi Pengetahuan

Seorang anggota telah bekerja lebih dari dua puluh tahun sebagai akuntan.

Ia kemudian menjadi narasumber dalam pelatihan pengelolaan keuangan bagi anggota UMKM di Credit Union.

Ia tidak mengeluarkan modal uang.

Namun pengalaman dan ilmunya menjadi aset yang membantu banyak anggota lain.


Apa Aset Terbesar Credit Union?

Bagi KSP CU Merpati Sejahtera, aset terbesar bukanlah gedung, kendaraan, ataupun jumlah simpanan. Aset terbesar adalah Anggotanya. Semakin banyak anggota yang memiliki pengetahuan, keterampilan, disiplin menabung, kemampuan berwirausaha, dan semangat saling membantu, maka semakin kuat pula Credit Union.

Karena itulah CUMS terus mengembangkan Pendidikan dan pelatihan anggota sebagai bagian dari upaya pemberdayaan.


Membangun Credit Union Dimulai dari Keluarga

Credit Union yang kuat tidak hanya dibangun oleh Gedung kantornya yang megah.

Credit Union yang kuat dibangun oleh keluarga-keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi.

  • Keluarga yang memiliki dana darurat.

  • Keluarga yang merencanakan pendidikan anak.

  • Keluarga yang membangun usaha.

  • Keluarga yang saling membantu melalui komunitas.

Ketika semakin banyak keluarga seperti itu, maka Credit Union akan menjadi lebih tangguh menghadapi berbagai perubahan ekonomi.


Pendekatan Asset-Based Community Development mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari bantuan dari luar. Perubahan dapat dimulai dari apa yang sudah kita miliki hari ini.

Di Credit Union, setiap anggota memiliki aset.

  • Ada yang memiliki keterampilan.

  • Ada yang memiliki pengalaman.

  • Ada yang memiliki jaringan.

  • Ada yang memiliki semangat belajar.

  • Ada yang memiliki kebiasaan menabung.


Tugas Credit Union adalah membantu setiap anggota mengenali, mengembangkan, dan menghubungkan aset-aset tersebut agar menjadi sumber kesejahteraan bersama.

Karena pada akhirnya, kesejahteraan bukan hanya dibangun oleh besarnya simpanan yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan anggota untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang sudah ada di dalam dirinya sendiri.


Daftar Referensi

  1. Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community's Assets. Evanston, IL: Institute for Policy Research, Northwestern University. 

  2. Asset-Based Community Development Institute. (n.d.). ABCD 101: Core Principles. DePaul University. 

  3. Garcia, I. (n.d.). Asset-Based Community Development (ABCD): Core Principles. In Research Handbook on Community Development

  4. PUSKOPCUINA. (2025). Sejarah & Akar Pemikiran ABCD. Federasi Nasional Credit Union Indonesia. 

  5. PUSKOPCUINA. (2025). ToT ABCD dan Perubahan Paradigma terhadap Kaum Marginal. Federasi Nasional Credit Union Indonesia. 

  6. PUSKOPCUINA. (2025). Berdayakan Anggota, CU Kridha Rahardja Adakan Lokakarya Optimalisasi Peliharaan Tanaman dan Hewan dengan Pendekatan ABCD. Federasi Nasional Credit Union Indonesia. 

  7. PUSKOPCUINA. (2025). Pembekalan Aktivis CU SKS dengan Metode ABCD. Federasi Nasional Credit Union Indonesia. 

  8. Warta Kita. (2026, March 30). Hebat! CU Kridha Rahardja Terus Bertumbuh Secara Kelembagaan Dan Sebagai Gerakan Pemberdayaan

  9. HIDUPKATOLIK.COM. (2024, September 20). KSP CU Merpati Sejahtera: 30 Tahun Memberdayakan Anggota

  10. Wikipedia. (n.d.). Asset-based community development

  11. Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). Prinsip-Prinsip ABCD. Dalam Kretzmann & McKnight (1993). 

  12. Hammerlink, J. (n.d.). Asset-Focused Leadership Part 1. Leading Differently. 

Bagikan Berita: